Religious Commodification and Digital Culture in Pesantren: A Value-Based Islamic Educational Management Framework
DOI:
https://doi.org/10.61100/tacit.v4i3.411Keywords:
Religious Commodification, Digital Culture, Islamic Educational Management, Pesantren, Value-Based GovernanceAbstract
Religious commodification and digital transformation present growing challenges to the institutional identity, religious authority, and educational management of pesantren. This study examines forms of religious commodification, institutional responses to digital culture, and the role of Islamic educational management in preserving religious values. Employing a qualitative literature review, the study synthesizes selected scholarly publications through content and thematic analysis. The findings reveal that commodification occurs through religious branding, digital preaching, educational marketing, and changes in organizational practices, while digitalization creates opportunities for institutional development alongside challenges to traditional authority. Social capital, moral leadership, and selective technological adoption emerge as important institutional resources. The study proposes a value-based Islamic educational management framework integrating participatory planning, ethical organizing, responsible digital implementation, and value-oriented evaluation. This framework contributes to understanding how pesantren may balance modernization, institutional sustainability, and religious authenticity, although its practical effectiveness requires further empirical investigation across diverse institutional contexts.
References
Alqohar, A. P., & Maharani, B. A. (2026). Perkembangan budaya Islam kontemporer dan inovasi produksi konten keagamaan di ranah digital. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 3(3), 140–151. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v3i3.2394
Arbiah, Sari, N. A., & Mukmin. (2025). Studi Islam dalam konteks pembelajaran di era digital: Tantangan diskursus keagamaan kontemporer. Chalim Journal of Teaching and Learning, 5(2), 141–154.
As Salimi, M. N., & Aimmah, S. (2026). Krisis budaya pesantren di tengah tren manajemen modern: Kontro-versi, perubahan organisasi, dan desain solusi berbasis nilai Islam. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1).
Az-zuhri, D. N., Risma, A., Padila, M. N., & Sukandar, A. (2025). Kajian konseptual atas adaptasi pendidikan Islam terhadap digitalisasi: Peluang dan tantangan dalam perspektif teoretis. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 836–849. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1484
Fathoni ‘Athiqurrahman, A., Reza, I. A., & Rofiq, M. (2026). Teori dramaturgi (manajemen kesan dalam peran guru dan santri) dan teori globalisasi. Psikosospen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 949–962.
Fuadi, M. H., & Ramadhanita, F. F. (2025). Komodifikasi agama dalam era digital (Studi etnografi virtual fe-nomena cek khodam di media sosial). Komunikan, 4(1), 31–44.
Hakim, F., & Dahri, H. (2025). Islam di media sosial sebagai komodifikasi dan implikasinya terhadap pen-didikan Islam. Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 187–206. https://doi.org/10.31538/adrg.v5i1.1813
Hakim, M. M. (2024). Manajemen ekonomi dan bisnis Islam: Komodifikasi agama dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah perspektif Al-Qur'an. ANALYSIS: Accounting, Management, Economics, and Busi-ness, 2(2), 177–186. https://doi.org/10.56855/analysis.v2i2.1152
Hasan, L. A., & Hilalludin, H. (2025). Integrasi nilai syariah dalam ekonomi digital dan gaya hidup Muslim kontemporer. Takaful: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 1(1), 53–62.
Magfiroh, V. S., Yurna, Putri, R. R., Hermawan, R., & Supandi, H. (2026). Perkembangan lembaga pendidikan Islam: Tantangan dan strategi peningkatan mutu. Reflection: Islamic Education Journal, 3(1), 21–34. https://doi.org/10.61132/reflection.v3i1.1911
Mahardika, R. A. (2024). Komodifikasi agama dan maskulinitas dalam brand Kahf (Studi analisis semiotik atas iklan YouTube Kahfeveryday) [Skripsi, Universitas PTIQ Jakarta].
Maulana, A. G., Truna, D. S., & Rosyad, R. (2026). Komodifikasi simbolik Islam di ruang publik: Analisis produksi dan konsumsi khutbah. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.15408/sd.v13i1.51573
Najib, M. A., & Yenuri, A. A. (2026). Peran pengelolaan pondok pesantren dalam mengembangkan moderasi pendidikan Islam. Psikosospen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 1012–1023.
Nasir, A., Ramdhan, T. W., & Mufaizin. (2026). Transformasi identitas santri di era globalisasi: Tinjauan lit-eratur sistematis terhadap hibriditas budaya, digitalisasi, dan resiliensi pesantren. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 9(2), 405–420. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i2.3390
Nawaf, A. (2025). Komodifikasi dakwah digital: Personal branding dai dan negosiasi otoritas keagamaan melalui interaksi audiens di media sosial. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam, 15(2), 137–148. https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v15i2.7120
Nurohmat, N., Sumarna, C., & Rozak, A. (2023). Pendidikan Islam abad 21: Antara tuntutan komodifikasi dan nilai religius. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(8), 546–554. https://doi.org/10.5281/zenodo.7898022
Rahman, S. A., & Santoso, B. (2025). Kearifan lokal Islam Nusantara dan tantangan modernitas. Jurnal Adab dan Peradaban Islam, 1(2), 14–26. https://doi.org/10.55982/adab.2025.76
Rowiyanto, & Syarifah, L. (2026). Modal sosial dan humas kultural: Menakar strategi pesantren dalam mem-pertahankan eksistensi dan animo masyarakat. NUZUM: Jurnal Manajemen & Administrasi Pendidikan, 1(1), 52–61. https://doi.org/10.61136/tf2g2218
Rusli, M. I., & Takbir, M. (2025). Dakwahtainment dan gagasan keagamaan di era digital. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, 4(1), 172–190.
Salehudin, A., Imamah, N., Vella, N. K. S., & Afif, K. (2021). Globalisasi gaya hidup, imajinasi kebangsaan, dan komodifikasi agama: Studi atas komunitas hijrah di Yogyakarta dan Jember Jawa Timur [Laporan penelitian]. LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Salsabil, S. A., Anwar, S., Gufron, I. A., & Masykur. (2026). Dari pesantren ke platform digital: Dinamika jejar-ing ulama dalam pengembangan Islam Nusantara. Lisyabab: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 7(1), 97–112. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v7i1.546
Salsabiilaa, S., Isti'anah, D., Aprillia, S. D., Zaidan, M. D., & Kurniawan, A. (2025). Manajemen kurikulum pendidikan Islam di era digital: Studi kasus pengelolaan kurikulum Pondok Pesantren Imam Asy Syafi'i (PPIA) Banyuwangi. Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 167–175.
Wardhani, S. P., Bedi, F., & Fitri, T. A. (2024). Manajemen pendidikan Islam dalam era digital: Strategi kuriku-lum berbasis nilai Islam untuk menghadapi tantangan globalisasi. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 14(2), 165–175. https://doi.org/10.24042/alidarah.v14i2.24561
Yasin, M. (2025). Otoritas keagamaan di era digital: Tantangan disinformasi, dakwah digital, dan rekonfig-urasi wewenang ulama. An-Nida: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 60–72.
Zaman, W. K. (2024). Dakwah digital dan Generasi Z: Pergeseran otoritas keagamaan di media sosial. ISI-HUMOR: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 200–219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Technology and Society Perspectives (TACIT)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.